Namaku adalah Februari nama yang aneh karena memang aku lahir di bulan Februari. Di sini aku duduk sendiri di temani angin…Upss seperti terdengar puitis padahal tidak juga. Terkadang aku juga tidak tahu aku ini penyair atau bukan???Yah kalianlah yang bisa menebaknya.Kembali ke angin ( lagi-lagi aku membual), tidak sebenarnya yang ingin kuceritakan adalah tentang seorang wanita. Wanita mengapa aku ingin bercerita tentang wanita??Jawabannya mungkin karena aku masih muda.Jika berbicara tentang wanita, aku jadi teringat dengan seorang wanita yang kukagumi, namanya adalah Oktober. Namanya yang aneh meski mentangmentang dia lahir di bulan Oktober. Hee..Oktober pernah menjadi bagian dalam masa remajaku,,eh salah mungkin sekarang aku juga masih mengingatnya.
Sekarang ini aku tak tahu dia berada dimana, apakah dia masih mengingatku ??Aku berharap dia masih mengingatku. Terakhir aku bertemu dengannya yaitu ketika kami sepakat untuk lulus ujian sekolah di akhir SMA . Oktober terlihat sangat bergembira saat akan lulus, pada waktu itu dibenaknya penuh dengan harapan dan cita-cita.
Sebaliknya tidak denganku, dalam lubuk hatiku aku berharap jika kita tidak pernah keluar dari masa SMA, selamanya terus menjadi murid SMA dan mungkin tak perlu berfikir serumit sekarang.Masa SMA adalah masa yang tenang di mana aku bisa mengenal Oktober. Dia seperti Aphrodite sungguh sangat cantik, dan ketika kau menatap matanya maka kau akan semakin ketakutan untuk menatap balik dirinya hingga kau tak tahu apa yang harus kau lakukan. Namun jangan salah sangka hatinya juga sangat baik.
Walaupun kami jarang berbicara langsung namun aku tahu semua kesukaanya. Yang paling dia sukai adalah bermain basket, dia penah bercita-cita menjadi atlet basket tapi orang tuanya menyuruh dia mendalami ilmu kecantikan. Hal yang sangat kontras dengan apa yang dia sukai itu.
Pertama kali aku bertemu dengannya aku tak pernah merasa untuk mengaguminya. Saat itu aku berfikir pendek dan hanya melihatnya sebatas cewek cantik yang yaah.. begitulah membosankan dan sombong.Tapi hari itu sepertinya Oktober sedang mengalami masalah dengan motornya. Motor vario merah yang agak besar ukurannya sulit di keluarkannya dari tempat parkir tempat dia meletakkan motornya. Banyak sekali motor-motor lain yang bejajar dibelakang motornya. Karena motornya berada di tempat yang paling depan maka dia kesulitan untuk mengeluarkannya.
Aku melihatnya dengan masa bodoh tanpa ada pikiran untuk membantunya. Hingga pada akhirnya bisa kutebak, ada seorang cowok yang tak lain adalah temanku sendiri menawarkan bantuan padanya.Namun aku sedikit terkejut ternyata Oktober menolak bantuan dari temanku itu. Dengan wajah yang santai dan senyumsenyum dia berkata kalau dirumahnya dia sudah sering disuruh mengangkat beban yang berat-berat dan memindahkan motor bukan masalah yang besar baginya. Dan sangat tak masuk akal dan tak logis karena ketika itu aku langsung mengaguminya.Dia mirip dengan ibuku, sangat cantik namun tidak manja. Pada dasarnya wanita memang memiliki sifat manja dan aku bisa memakluminya, akan tetapi sifat manja yang ada di dalam dirinya sungguh natural dan tidak dibuat-buat dan itu membuatku jadi mengerti tentang kecantikan yang dimilikinya.
Pada suatu malam handphoneku berbunyi dengan nada mortal kombat yang aku sukai dulu, Kulihat ada sms yang masuk. Aku orang yang sangat malas hingga kadang membalas smspun aku malas. Lebih baik langsung telepon dari pada repot mengerakan jari untuk sms, apalagi hpku nokia tipe lama yang tombolya sangat susah. Kulihat sms itu dan ternyata Oktober mengirim sms padaku. Dan saat itu aku langsung berupah pikiran tentang sms.Aku ingat pernah bertukar nomor handphone dengannya. Saat itu alasanku ingin bertanya tentang masalah ujian sekolah yang akan kami hadapi. Kupikir dia pasti tak akan pernah sms denganku. Tapi saat ini aku berubah pikiran nyatanya sekarang dia mengirim sms padaku dengan kata-kata yang tak pernah kulupakan “halo sayang”.“Halo sayang”kata-kata yang terdengar norak tapi sepertinya itulah kata-kata yang saat itu kuharapkan. Namun kenyataanya kata-kata pertama yang kuterima dari smsnya adalah “Februari tadi sore aku lewat di depan rumahmu tak kira kamu tapi ternyata wajahnya kok tua, sudah terlanjur tak sapa namamu tapi akunya jadi malu karena bukan kamu”. Saat melihat pertama isi smsnya aku tak tahu harus tertawa atau senang terlebih dahulu
Aku tidak suka keluar rumah karena tidak tahu topik apa yang akan kubicarakan jika bertemu dengan tetangga. Tapi sekarang Oktober ada di dekat rumahku karena kebetulan pamanya adalah tetanggaku.Saat itu aku jadi sering bersms dengan Oktober, kami saling bercerita tentang banyak hal terutama tentang kekonyolan karena Oktober sangat menyukai humor. Terkadang kata-kata yang dikirimnya sangat lucu. Aku tak habis fikir sebab cewek secantik itu bisa membuat lelucon yang tidak dibuat-buat. Setelah mengenalnya aku mulai menghilangkan pandanganku yang dulu tentangnya. Dan ini yang disebut oleh pepatah “Tak kenal maka Tak sayang”.
Aku pernah mengalami sakit flu yang membahagiakan dalam hidupku, awalnya memang menjengkelkan sebelum aku tahu kalau Oktober juga terserang sakit flu yang sama denganku tapi bedanya dia sudah hampir sembuh. Saat kuberitahu kalau aku juga terserang flu,Oktober langsung memberiku ramuan yang aneh-aneh yang kuingat dia menyuruhku minum vitamin c 10.000cc dan apalah masih banyak lagi yang tak mau kuingat. Tapi aku senang dia memperhatikanku.Ketika itu aku sangat pengecut (walaupun sekarang masih). Karenanya aku tak pernah berani berbicara langsung dengan Oktober. Jika melihat matanya aku jadi tak mengerti apa yang ingin kubicarakan. Aku berada diantara kebimbangan dan rasa tak percaya diri. Seperti Matahari yang tak ingin kehilangan siangnya atau Bulan yang kehilangan malamnya mungkin seperti itulah keadaanku saat itu.Di sms aku bisa bercerita tentang banyak hal tapi di dunia nyata aku seperti tak mengenalnya. Aku menjauh darinya padahal aku ingin dekat. Aku bingung bagaimana harus bersikap. Pernah ketika dia sedih karena dia dan temantemannya kesulitan mengerjakan ujian akhir sekolah. Aku takut dia menangis dan aku ingin datang menghiburnya tapi nyatanya aku tak berani menghampirinya.
Sekarang itulah mungkin yang dinamakan dengan menyesal. Hpku hilang dan akujuga pindah rumah hingga aku tak tahu dia dimana sekarang. Kadang aku berfikir mengapa penyesalan itu harus ada. Tapi aku tahu penyesalan itu ada untuk kita belajar. Memang kita boleh merasa takut tapi ada kalanya kita harus berani. Seperti saat itu jika aku berani untuk bilang bahwa aku menyukainya.
