Kamis, 01 Oktober 2009

Dimensi Kalbu

Kain selendang Srikandi yang tidak terjamah
Menguraikan multitafsir dalam benakku
Dia sesosok fatamorgana yang ingin kugapai
Mengajaknya pergi ke pemandian wangi mungkin tidaklah sulit
Namun topeng ini tidak ingin lepas dariku
Saat itu mulutku ingin bicara
Tapi kau bidadari berkharisma yang menghilangkan Hipotesaku

Aku begitu sulit menulis syair ini
Karena memang tidak ada kisah cintaku denganmu
Yang kulakukan hanyalah kekaguman satu arah tanpa arti
Yang membuatmu menunggu di keraton kota kita
Dengan paras sedih atau senang yang tidak kuketahui

Tak bisa kukatakan ketulusan ini
Dalam bahasa yang diciptakan Tuhan
Dan kiasan sesak nafas-nafasmu
Detik-detik itu terlalu kupikirkan
Rangkaian kata kata panjang akan kuukir
Namun tidak menandingi penyesalan kepergianmu
Waktu ini aku sangat tahu
Aku menyayangimu, kekasih
Tapi jalanmu masih tak bisa kutempuh

Tidak ada komentar: