Jika dunia yang kulalui sudah membusuk
Berarti manusia telah masuk ke sarang lintah yang kotor ini
Semua yang kulihat dan kupikirkan
Merupakan rangkaian fotografis berupa karangan fiktif yang ku kejar
Semuanya bukanlah ilusi, namun suatu kebenaran
Omong kosong dari suatu makhluk yang tidak penting
Membangkitkan manusia menjadi sebuah sosok parasit
kebodohan, Imitasi, kapitalisme dan liberalisme merupakan roda hitam yang mereka tumpangi
Suatu wadah mengkhawatirkan yang mereka senangi
Betapa memusingkannya itu
Aku bukanlah makhluk utusan khusus dari langit
Tapi begitu menderita,
Menjadi bagian dari koloni-koloni yang tersengat kegelapan
Harapan dan ide positifisme yang kuwujudkan nanti
Akan Ku ajak mereka kedalam lingkup kehidupan indah
Bahkan orang matipun akan mengacungkan jempol
Aku akan bahagia, melihat orang di sekitarku tertawa bahagia
Waktu ke waktu duniaku semakin tak berbentuk dan terpuruk
Melepaskan putaran-putaran tidak terkontrol yang tertanam di otakku
Sebenarnya aku bukanlah filsuf yang menggairahkan metode-metode pemikiran
Namun aku sudah mengarungi langkah-langkah keheningan ini
Aku ingin menggapai cetakan kaidah kemurnian yang realistis
Menghindarkan kaum-kaumku dari Keprimitifan
Dan mencapai suatu keadaan hidup yang lebih manusiawi dan rasional
Dalam cakrawala pengembaraan dan pencarianku ini
Jalanku sedikit tersendat oleh kejahanaman
Semua penderitaan dan penghinaan yang kulalui hanyalah tumbal
Agar cermin kebenaran selalu memihakku
Ingin segera kubebaskan jiwa-jiwa yang bobrok itu
Dan kugantikan dengan nafas-nafas suci dan tidak pedih
Yang kusisipkan melalui rangkaian kata-kata yang tak pernah patah
Inilah sumpah si pembawa perubahan
Yang akan menuangkan logam keadilan ke cawan kedamaian
Untuk hari esok yang indah kelak
Jankauan-jangkauan takdir itu bukanlah suatu keabstrakan
Tetapi semakin menghilang dan jauh
Nampaknya si Sagitarius akan mengeksekusi naluri perjuanganku
Sekarang dadaku sesak oleh kemunafikan
Dari bisikan-bisikan para begundal yang tidak tahu diri
Mereka serakah dan melolong tajam bagai anjing yang haus kehormatan
Kini aku menumbuhkan benih bunga mawar di kepalaku
Dan berharap kapan menyingkirkan mereka
Sekarang aku masih mengandalkan tinta penaku
Dengan merasakan serta mengemban amanat para pendahulu
Semoga paradigma yang kucapai tak pernah goyah
Menghancurkan sebuah ketidakakurasian di planet ke tiga ini
Membankitkan pemikiran makhluk di karang-karang tua
dan Mereka akan bangun dari tidur panjang yang melelahkan
Sebelum mereka sadar, para begundal sudah di ujung kemenangan
Heeii..para prajurit kebebasan di nadi-nadiku
Rasakanlah dunia baru yang akan datang
Akankah sesuai dengan lukisan indah di kanvas
Kamis, 01 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar