Jaring-jaringku membungkus senyum manusia itu
Ketika aku berjalan mengarungi waktu ini
Bocah canggung berkacamata itu, tersengat takdir laba-laba hitam
Suatu fenomena yang tak kuketahui
Saat kekuatan besar tiba-tiba hinggap dalam diriku
Ekor Iblis dan sayap malaikat saling berhamburan dan terkubur di jiwaku
Aku tahu, Harus memilih diantara mereka
Dan ekor iblis pun semakin panjang, melihat dunia esok yang akan kugenggam
Aku mulai tenggelam dalam kebingungan dari frase-frase yang sedikit menyakitkan
Namun tangan yang hangat telah menarikku dari sungai kegelapan
Mendiamkan alunan nada musik yang bobrok
Yang kulihat adalah sesosok lelaki tua sederhana
Dia setitik cahaya yang membangkitkan nilai-nilai kepahlawananku
Lelaki tua itu berkata di dalam kekuatan yang besar terdapat pula Tanggung jawab yang besar
Takdirku sepertinya sudah menanti...
Dari atas atap di gedung tertinggi kota Newyork
Tampak wajah-wajah mereka yang suram
Moralitas dan penindasan merupakan sebagian dari energi negatif manusia
Semua harus kumusnahkan
Dengan topeng yang terlihat dari kaca gedung seberang
Dan kostum norak yang tak mungkin manusia normal pakai
Akupun berayun dengan warna merah biru dari symbol keberanian yang kupercaya
Manusia lahir dalam Ruang Lingkup sanubari keindahan
Banyak bagian tak berdosa menjadi korban dari mental-mental yang berantakan
Aku sadar jaringku akan seperti tongkat sihir
Berusaha menyadarkan hati manusia yang terkena kutukan
Biarlah mereka tak tahu aku menangis dari balik topengku
Ataupun kelelahan hidup yang aku jalani
Yang ingin kulihat adalah kebahagiaan
Agar bunga-bunga di pinggiran jalan selalu mekar
Dan lampu-lampu kota kita ini tidak pernah padam
Aku akan selalu siap memanfaatkan takdir suci ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar